JAKARTA – Kualitas produk yang dihasilkan industri karoseri nasional tak hanya diakui di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. Para pelaku usaha karoseri nasional mengaku kesulitan melakukan ekspor walaupun ada permintaan luar negeri.
Ketua Umum Asosiasi Karoseri Indonesia (Askarindo) Sommy Lumadjeng mengatakan, salah satu kendala ekspor yang dialami para pelaku usaha karoseri adalah sasis yang berada di Indonesia tidak boleh diekspor, karena ada sales agreement territory dariprinciple agen pemegang merek (APM).
Baca Juga: 5 Tahun Ditangguhkan, Manggis Indonesia Akhirnya Tembus Pasar China
”Sasis yang di Indonesia tidak boleh diekspor karena sales agreement territory dari principle APM. Karena itu, perlu adanya campur tangan pemerintah. Ini salah satu kendala yang kami alami,” ujar Sommy, di sela acara Munas Askarindo di Jakarta.
Baca Juga: Ekspor Desember 2017 Capai USD14,79 Miliar
Selain itu, dia mengatakan, spesifikasi sasis yang ada di Indonesia juga belum tentu sesuai dengan spesifikasi sasis untuk global. Kondisi-kondisi tersebut, lanjutnya, merupakan contoh-contoh yang membuat pengiriman ke luar negeri oleh para pelaku usaha karoseri di dalam negeri belum akan banyak sepanjang tahun ini. Dia mengungkapkan, ekspor yang dilakukan oleh para pelaku usaha karoseri tidak terpisah dengan ekspor sasis kendaraan niaga atau tidak berdiri sendiri.
”Sasis yang keluarkan pada umumnya saat ini dari APM. Karoseri hanya membuat rumah-rumahnya. Jadi, legal document dan sebagainya adalah dari sasis,” katanya.
Baca Juga: Eksportir Ini Kirim 150 Ton Hasil Laut Indonesia Tiap Bulan ke Amerika
Direktur Industri Logam, Maritim, Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika mengatakan, pasar karoseri nasional masih terbuka lebar. Pada 2017, produksi kendaraan bermotor jenis truk dan bus meningkat pesat di angka93.000unit. Sementara angka penjualannya 89.000 unit. Jumlah ini lebih banyak jika di bandingkan dengan angka produksi dan penjualan pada 2016 yang hanya di kisaran 70.000 unit.
(Sudarsono)
(Kurniasih Miftakhul Jannah)