JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi angkat bicara soal ekspor Indonesia yang kalah dari negara tetangga seperti Thailand, Malaysia dan Vietnam. Guna mendukung dan meningkatkan ekspor, Budi meminta sub sektor perhubungan yang bersinggungan dengan ekspor melakukan evaluasi apa saja kekurangannya.
Budi mengatakan, sebenarnya dari sisi pertumbuhan ekonomi sebesar 5%, Indonesia berada di posisi ketiga dari negara-negara yang tergabung dalam G20. Secara kualifikasi perekonomian memang bagus, tapi tidak cukup karena banyak negara di luar G20 yang tumbuh di atas Indonesia seperti Thailand, Filipina, Malaysia, dan Vietnam.
Baca Juga: Jokowi Kesal, Mendag Bakal Pindahkan Pusat Promosi Indonesia yang Tidak Produktif
"Penduduk mereka sedikit, tapi ekspor Malaysia, Thailand, Vietnam bisa lebih besar dari kita. Tanpa Presiden tegur, hal ini harus bisa menjadi masukan. Misalnya, teman-teman di perhubungan laut apa sudah maksimal menetralisir ekspor maksimal, karena masih banyak shipping company jadikan Singapura sebagai hub," tuturnya, di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (1/2/2018).
Menurut Budi, ekspor menjadi salah satu komponen utama pertumbuhan ekonomi. Artinya, selain investasi, ekspor perlu ditingkatkan guna menjaga perekonomian negara.
Baca Juga: Jokowi Minta Ditutup, Mendag Justru Ingin Tambah ITPC Baru
"Ekspor jadi satu sarana tools supaya pertumbuhan ekonomi semakin baik. Oleh karena itu, kita harus mendukung ekspor secara tidak langsung supaya daya saing semakin meningkat. Kita ingin sekali apa yang disampaikan media internasional, bahwa Indonesia menjadi negara besar terkemuka di 2045 bisa menjadi kenyataan. Jadi (ekspor) harus kita kawal," tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengevaluasi kinerja perdagangan Indonesia dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) yang ada di luar negeri. Bahkan, dia meminta perdagangan dan ITPC) yang tidak produktif untuk ditutup.
Baca Juga: Kesal Ekspor RI Kalah, Jokowi Ancam Tutup Pusat Promosi Dagang
Dia mengatakan, bertahun-tahun Indonesia memiliki ITPC di luar negeri. Namun, kinerja ekspor masih tetap saja belum melonjak drastis
ITPC apa bertahun-tahun kita memiliki ITPC apa yang dilakukan? Apa mau kita terus teruskan? Kala saya ndak. Saya lihat enggak ada manfaat ya saya tutup kalau saya," tuturnya.
Apalagi, lanjut Jokowi, negara telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mendirikan dan menggaji para atase perdagangan tersebut. Sementara, kinerja justru tidak memuaskan
Untuk diketahui, Ekspor Indonesia sepanjang 2017 hanya mencapai USD145 miliar yang artinya masih kalah dari Thailand mencapai USD231 miliar, Malaysia sebesar USD184 miliar dan Vietnam sebesar USD160 miliar.(kmj)
(Kurniasih Miftakhul Jannah)