JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sore ini menghadiri rapat kerja (Raker) Kementerian Perdagangan 2018 di Hotel Borobudur, Jakarta. Dalam sambutannya, Sri Mulyani juga sempat membahas mengenai Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak puas dengan hasil ekspor RI.
Katidakpuasan Presiden Jokowi dikarenakan total nilai ekspor selama 2017 masih kalah dari negara ASEAN lain seperti Thailand dan Malaysia.
"Saya waktu kembali ke sini di pesawat sempat baca salah satu headline bahwa Presiden tidak happy dengan hasil ekspor kita," ucapnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (1/2/2018).
Baca juga: BPS: Walau Ekspor RI Naik, Jokowi Tak Happy karena Kalah dari Malaysia
Selanjutnya, Sri Mulyani menyatakan, bahwa ekspor memang bukan hanya tanggung jawab oleh satu Kementerian saja tapi harus berkordinasi dengan Kementerian lainnya. Perkataannya ini pun membuat Menteri Perdagangan (Mendag) hingga semua peserta raker tertawa dan bertepuk tangan karena merasa senang.
"Perdagangan di semprot gara-gara ekspor kurang kinerjanya tapi sebetulnya ini ditentukan oleh institusi yang lain. Kemendag akan bicara dengan (tepuk tangan peserta), itu membuat Anda sedikit happy ya, ya sudah tidak apa-apa, karena disemprot bapak Presiden kan enggak bisa bilang, 'pak kan enggak cuma saya aja gitu ya'," jelasnya.
Baca juga: Investasi dan Ekspor Indonesia Kalah, Menko Luhut: Package Kurang Bagu