Selain menunggu panen raya, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga telah melakukan impor beras sebanyak 500.000 ton yang akan masuk awal bulan ini.
"Kita bereskan Januari-Februari. Kita juga beli beras petani sebanyak 2,2 juta ton selain impor itu. Kita tugaskan Bulog untuk beli beras petani, kita berikan fleksibilitas harga, harganya ada standarnya. Ada kebijakan itu. Itu sudah perhitungkan biaya hidup petani. Ada angkanya, pemerintah yang menetapkan," jelas Darmin.
Mantan Direktur Jenderal Pajak (Dirjen Pajak) ini juga menekankan tidak perlu khawatir harga beras jadi turun dengan panen dan impor karena nantinya Bulog tetap akan menyerap beras yang ada di petani.
Pemerintah akan tetap menjaga harga beras di petani untuk tetap terjaga normal, karena jika harga malah anjlok maka secara tidak langsung angka kemiskinan akan tinggi.
"Pemerintah kepentingannya kemiskinan jangan naik. Penyebab tingkat kemiskinan terbesar harga beras. Jadi kita ingin kemiskinan akan turun," tukas dia.
(Dani Jumadil Akhir)