Nostalgia Sri Mulyani di UI: Saya seperti Orang Desa Masuk Ibu Kota saat Kuliah

Feby Novalius, Jurnalis
Sabtu 03 Februari 2018 14:43 WIB
Foto: Feby/Okezone
Share :

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengenang masa indahnya saat kuliah di Universitas Indonesia (UI). Sebagai alumni, dia menjadi tamu kehormatan untuk melakukan orasi ilmiah di hadapan para wisudawan UI.

Bagi mantan Direktur Bank Dunia ini, Universitas Indonesia memiliki arti penting untuk kehidupannya sekarang. Dia menceritakan, saat lulus tahun 1981 masih di Kampus UI Salemba bukan di Depok.

"Saya dulu dari Semarang sekolahnya. Jadi kaya orang desa masuk ke Ibu Kota (saat kuliah).  UI itu very kosmopolitan," tuturnya, di Kampus UI Depok, Jawa Barat, Sabtu (3/2/2018).

Baca Juga: Sri Mulyani: Utang Indonesia Salah Satu yang Terendah di Dunia

Saat kuliah dulu, kata Sri Mulyani, kampus ini memberikan warna ke Indonesia. Artinya apapun yang dilakukan pasti membawa nama negara. Kuliah di Ibu Kota Negara juga langsung memberikan exposure terhadap isu-isu nasional bahkan internasional.

"Itu lah yang berbeda dengan kampus-kampus lain bagi saya itu adalah suatu pembelajaran karena saya dari daerah begitu masuk ke UI adalah kemudian membuka wawasan," tuturnya.

Baca Juga: Sri Mulyani: 160 Juta Rakyat Indonesia Belum Akses Internet

Kenangan saat kuliah tentu banyak. Kata Sri Mulyani, dosen pengajarnya adalah orang-orang penting bagi negara, seperti Prof Sumitro ayah dari Ketua Umum Gerindra Prabowo, Pak Broto (Mantan Menteri ESDM), Prof Emil (Mantan Menteri Perhubungan), dan lainnya.

"Mereka yang bisa menyatukan bekerja di pemerintah sebagian besar adalah menteri tapi juga mereka yang belajar di luar negeri kemudian kembali ke kampus atau dalam HMI mengajar di kampus, merupakan suatu campuran yang sangat menyenangkan untuk saya karena tidak hanya text book, karena mayoritas (ilmu) ekonomi adalah berasal dari Amerika," ujarnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Minta Wisudawan UI Ambil Bagian Berantas Ketimpangan dan Kemiskinan

Kemudian, suasana mahasiswa dulu sangat berkesan selain pesat buku juga ada cinta. Artinya, banyak sekali kegiatan yang menyenangkan seperti membuat kegiatan Jazz Go To Campus, melakukan kritikan sosial lewat nyanyian sampai kepada membuat Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

"Kita membuat anak-anak di sekitar tempat kampus yang tidak mampu disekolahkan, jadi kombinasi ada antar sosial affermative dan kesepakatan sosial dengan apa yang disebut generasi masih muda yang senang main drama, main kampus kegiatan mahasiswa belajar sekolah kegiatan semuanya that’s when we we’re young," tuturnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya