PLN Tunggu Formula Tepat Atasi Ketersediaan Batu Bara

Koran SINDO, Jurnalis
Senin 05 Februari 2018 11:58 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menjelaskan, kebutuhan batu bara domestik telah disesuaikan oleh pemerintah. Dari total produksi batu bara yang mencapai angka 400 juta ton, sekitar 20% digunakan untuk kebutuhan dalam negeri. Sedangkan sisanya sekitar 80% dijual ke luar negeri melalui ekspor.

”Dari total produksi batu bara sebanyak 400 juta ton, di dalam negeri hanya sanggup menyerap 20%, sedangkan sisanya diekspor ke luar negeri,” kata Fabby.

Menurut dia, pemenuhan kebutuhan batu bara domestik yang mencapai 20% atau sekitar 80 juta ton sudah cukup. Pasalnya, kebutuhan batu bara di Tanah Air hanya sanggup menyerap sekitar 20%. Untuk kebutuhan pasar dalam negeri sebagian besar digunakan sebagai pembangkit listrik, disusul industri baja dan semen.

”Yang diusulkan PLN, harga batu bara domestik tidak menggunakan harga di internasional. Jadi, ada harga batu bara acuan, sekarang kan harga batu bara untuk kelistrikan merefleksikan harga pasar di internasional,” ujarnya.

Dia menyatakan, Kementerian ESDM perlu menyetujui referensi harga batu bara tersendiri sehingga harganya tidak mengacu pada harga batu bara internasional. Menurutnya, pemerintah bisa saja melakukan hal tersebut. Pasalnya, produksi batu bara masih dihasilkan dari negeri sendiri. Berbeda halnya dengan bahan bakar minyak yang masih diimpor. (Heru Febrianto)

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya