Tito menambahkan, saat ini fundamental perekomian Indonesia juga dalam kondisi yang bagus, meskipun target pertumbuhan ekonomi tidak tercapai hanya sebesar 5,07%.
"Ini semua persepsi, kenapa? Ekonomi dunia membaik, tenaga kerja Amerika membaik, upah naik, yang ditunjuk (Gubernur The Fed) dovish yang berbicara bunga rendah," kata dia.
"Ekonomi indonesia baik, bahkan kuartal IV average 5,07%. Emiten kita tahun lalu quarter to quarter 2 %," tambahnya.
Untuk diketahui, pasar saham Indonesia terus mengalami kejatuhan, hingga pada sore ini ditutup turun tajam. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 111 poin atau 1,69% ke 6.478. Pasar saham Indonesia menutup awal pekan di zona merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 39,14 poin atau 0,59% ke 6.589,67.
(Martin Bagya Kertiyasa)