JAKARTA - Pembuat kartun Angry Birds, Rovio, telah kehilangan separuh dari nilai sahamnya sejak tercatat di pasar saham pada Oktober lalu. Rovio gagal lepas landas setelah IPO, yang membuat perusahaannya ditaksir mencapai USD1,1 miliar.
Saham perusahaan game asal Finlandia ini mengalami penurunan mencapai USD500 juta. Perusahaan tersebut memperkirakan dapat meraih pendapatan USD319 juta hingga USD369 juta pada 2018, sedikit dibawah 2017 sekira USD365 juta.
Permainan Angry Birds kini telah diunduh lebih dari 3,7 miliar kali. Tetapi, para investor tetap mengkhawatirkan kemampuan Rovio untuk menghasilkan permainan baru dan menyerap pengguna baru.
"Sementara pendapatan game Rovio meningkat di kuartal terakhir, perkiraan kinerjanya yang lebih rendah dari perkiraan menyoroti meningkatnya persaingan di industri game mobile," kata Direktur Media Mobile di IHS Markit Jack Kent.
Pada 2016, film Angry Bird The Movie telah mendorong Rovio menghasilkan sekira USD350 juta dalam penjualan tiket di seluruh dunia, menurut Box Office Mojo dan direncanakan ada sekuel untuk film tersebut pada 2019.
(Martin Bagya Kertiyasa)