Target Pembukaan Sawah Baru di NTT Tak Tercapai

Antara, Jurnalis
Senin 26 Februari 2018 07:17 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone)
Share :

KUPANG - Target pembukaan areal persawahan baru di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada musim tanam 2017, tidak tercapai.

Dari 667 hektare yang ditargetkan pemerintah pusat, hanya terealisasi sebanyak 446 hektare, kata Kepala Bidang Penyuluhan Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Provinsi NTT, Yos Umbu Wanda kepada Antara di Kupang, Senin.

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan realisasi pembukaan sawah baru di NTT tahun 2017, melalui upaya khusus untuk meningkatkan produksi padi, jagung dan kedelai (PJK) atau dikenal dengan Upsus Pajale (Upaya Khusus Padi, Jagung, dan padi.

Pemerintah pusat dalam tahun 2017, mengalokasikan sejumlah anggaran untuk pembukaan sawah baru seluas 667 hektare, tersebar di 14 kabupaten di provinsi berbasis kepulauan itu.

Ke-14 kabupaten yang menjadi sasaran pembukaan lahan sawah baru antara lain adalah Kabupaten Kupang, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Sikka, Flores Timur, Kabupaten Kupang serta Timor Tengah Selatan (TTS).

Menurut dia, pembukaan lahan sawah baru atas kerja sama dengan TNI itu tidak bisa tercapai karena kelayakan lahan dan sumber air tidak cukup tersedia untuk pembukaan lahan sawah baru.

"Dari hasil evaluasi kita, masalah utamanya adalah ketersediaan air karena adanya musim kemarau berkepanjangan," katanya.

Dia mengatakan, TNI dan masyarakat tidak mungkin menanam pada lahan yang suplai airnya tidak cukup karena berisiko gagal panen.

"Memang sudah dilakukan survei dan desain, tetapi kami juga tetap menyesuaikan dengan kondisi di lapangan, karena pada musim kemarau, sumber-sumber air umumnya mengering," katanya menambahkan.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya