JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini tengah menjajaki kerjasama dengan The Stock Exchange of Thailand (SET). Kerjasama ini dilakukan dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dalam rangka meningkatkan pengembangan industri pasar modal.
Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, penandatanganan MoU dengan SET salah satunya kerjasama itu dalam rangka memungkinkan adanya jalan bagi emiten untuk melakukan pencatatan saham ganda atau dual listing di Thailand.
Baca Juga: BEI Gandeng Bursa Thailand Kembangkan Industri Pasar Modal Indonesia
"Baru mulai, baru tanda tangan kemarin. Tapi harus ada harmonisasi aturan. Itu pun harus dengan persetujuan OJK masing-masing," ujar Tito di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (7/3/2018).
Namun, kata dia, harmonisasi pengelola perdagangan masih menjadi kendala dalam merealisasikan dual listing ini. Pasalnya, karakter struktur bursa efek di masing-masing negara berbeda-beda.
Baca Juga: Startup Binaan BEI Ingin UMKM Naik Kelas
"Misal gini dah, kita itu PT itu double board, ada komisaris ada direksi. Dia (bursa luar negeri) single board, ini saja sudah berbeda. Banyak sekali," jelasnya.
Kendati demikian, pihaknya tengah berusaha bersama SET dengan melakukan studi agar bisa harmonisasi, salah satunya dengan mengubah aturan.
"Kalau bicara, studi kita sudah langsung jalan. Pertukaran trainer kita akan secepatnya. Kalau soal regulasi kita enggak ada yang tahu, itu kan menyangkut undang-undang, bisa jadi lama. Kan kita juga baru mulai," pungkasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)