10.000 Ton Beras Impor Asal India Masuk ke Sumut

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis
Jum'at 09 Maret 2018 15:41 WIB
Foto: Wahyudi/Okezone
Share :

MEDAN - Sebanyak 10.000 ton beras asal India, masuk ke Sumatera Utara melalui Pelabuhan Belawan, Medan. Beras tersebut merupakan bagian dari 500 ribu ton beras yang diimpor pemerintah untuk menjaga ketahanan stok nasional.

Kepala Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Sumatera Utara, Benhur Ngkaimi mengatakan, beras impor asal India itu tiba di Pelabuhan Belawan pada 28 Februari 2018 lalu. Saat ini beras-beras itu menunggu proses administrasi pembongkaran di pelabuhan.

Baca Juga: Pemerintah Perlu Melepaskan Ketergantungan Konsumsi Beras

"Berasnya beras medium broken 15 persen. Berasnya masih di pelabuhan karena proses impor kan memang agak rumit. Mudah-mudahan hari ini bisa dibongkar," kata Benhur di Gudang Bulog Jalan Jemadi, Kota Medan, Jumat (9/3/2018).

Sebelum beras asal India ini, kata Benhur, mereka juga sudah menerima 10 ribu ton beras asal Thailand, yang juga merupakan bagian dari impor 500 ribu ton beras impor pemerintah. Beras asal Thailand itu tiba di Pelabuhan Belawan pada 25 Februari 2018 lalu.

Baca Juga: Presiden Minta Perum Bulog Percepat Salurkan Rastra, Target hingga April 400.000 Ton

"Untuk yang dari Thailand sudah ada di gudang kita. Sementara kita simpan sebagai stok. Penyalurannya nanti tergantung instruksi dari pemerintah. Begitu juga dengan beras asal India ini," imbuh dia.

Sejauh ini, kata Benhur, belum ada pemberitahuan dari pemerintah akan kembali datangnya kapal pembawa beras impor. Meski begitu ia mengaku pihaknya siap menjalankan instruksi pemerintah jika Sumut kembali mendapatkan beras impor.

"Sejauh ini belum ada lagi. Baru ini saja. Kita pada dasarnya siap kalau diinstruksikan pemerintah,"tukasnya.

Keberadaan beras impor di Sumut, sebenarnya mendapatkan penolakan, khususnya dari petani. Hal itu karena produksi padi di Sumut sebenarnya cukup untuk memenuhi kebutuhan warganya.

Baca Juga: BPS: Harga Semua Jenis Beras Naik Sepanjang Februari

Bahkan, Sumut yang masa panen padinya berlangsung sepanjang tahun, ikut memenuhi kebutuhan beras di Provinsi lain.

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan akan melakukan pengawasan khusus terhadap distribusi beras impor ini. Hal itu didasarkan pada kecurigaan, adanya pihak-pihak yang mengambil keuntungan sepihak atas impor beras tersebut.

"Sebenarnya kita tidak perlu impor karena stok kita cukup. Apalagi masuknya beras impor ini bersamaan dengan masuknya masa panen raya petani di hampir seluruh wilayah sentra pertanian di Indonesia. Maka itu kita akan lakukan pengawasan khusus, ke mana beras-beras itu didistribusikan,"kata Ramli Simanjuntak, Kepala Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Perwakilan Daerah Medan.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya