Jangan Lupakan Sektor Sekunder untuk Ekonomi Indonesia

Giri Hartomo, Jurnalis
Jum'at 16 Maret 2018 19:14 WIB
Ilustrasi (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Pengamat Ekonomi (Ekonom) Faisal Basri mengungkapkan kondisi perekonomian Indonesia tidak seindah apa yang digambarkan oleh pemerintah saat ini. Menurutnya kondisi perekonomian Indonesia justru setiap tahunya mengalami pertumbuhannya.

Menurutnya, melemahnya perekonomian dikarenakan Indonesia menjalankan pola yang salah. Menurutnya, pola yang benar untuk membuat perekonomian naik terus adalah primer (pertanian) lalu menuju ke sekunder (industri) baru setelah itu adalah menuju ke jasa (tersier)

Sedangkan lanjut Faisal Basri, Indonesia justru memulai dari pertanian (primer) dan langsung loncat kepada sektor jasa (tersier). Sehingga sektor industri manufaktur terlupakan oleh Indonesia.

"Indonesia ini trennya yang tidak lazim. Kalau normal yang terjadi di beberapa negara dari primer sekunder dan tersier. Primer itu yang diolah seperti pertanian lalu menuju ke manufaktur baru ke jasa. Enggak bisa melompat. Nah Indonesia ini dari pertanian langsung ke jasa tidak melalui tahapan industrialisasi," ujarnya dalam sebuah diskusi di Epicentrum, Jakarta, Jumat (16/3/2018).

Akibatnya lanjut Faisal Basri, banyak sekali tenaga kerja yang berasal dari sektor pertanian yang menganggur. Hal itu disebabkan tidak terlalu banyak perusahaan industri yang mampu menyerapnya tenaga kerja pertanian.

"Akibatnya tenaga kerja masih numpuk di sektor pertanian. Jadi sekitar pertanian turun terus tapi pekerjanya masih numpuk di sektor pertanian. Harusnya ujung tombaknya dari pertanian pindah ke industri eh industrinya hanya 13,48% menyerap tenaga kerjanya," jelasnya.

Karena banyaknya yang menganggur, adiknya para eks pekerja pertanian tersebut beralih menuju sektor perdagangan informal yakni pedagang kaki lima. Yang mana sektor tersebut merupakan sektor informal yang sangat rawan akan kemiskinan.

"Akhirnya mereka pindah ke perdagangan di kaki lima. Yang di lampu lalu lintas informal. Kemudian jasa jasa informal termasuk mobilisasi demo . Jadi pekerja informal yang tidak punya gaji tetap jaminan hari tua jadi rentan masyarakatnya," jelasnya.

Diloncatnya sektor sekunder yakni industri juga ternyata berpengaruh terhadap ekspor. Dengan diloncatnya sektor industri, maka Indonesia hanya bergantung pada ekspor komoditi seperti batu bara hingga sawit.

"Ekspornya batu bara sawit yang harganya gonjang ganjing jadi ekonomi kita rentan terhadap gonjang-ganjing dunia," ucapnya.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya