Konsep Menhub Hadapi Mudik Lebaran, Buka Bandara 24 Jam hingga Kapal Perintis

Giri Hartomo, Jurnalis
Senin 19 Maret 2018 17:01 WIB
Menhub Budi Karya. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kementerian Perhubungan tengah mempersiapkan langkah-langkah menyambut musim mudik Lebaran yang akan datang kurang lebih tiga bulan lagi. Sehingga, pelaksanaan mudik pada tahun ini bisa berjalan lancar.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan beberapa konsep agar mudik Lebaran tahun ini berjalan dengan lancar. Konsep tersebut nantinya akan berlaku untuk udara, darat dan laut.

"Ada beberapa konsep yang akan kita lakukan di mudik Lebaran kali ini, kita tahu kalau misalnya bicara mengenai yang paling favorit itu menggunakan darat, KA, dan udara," ujarnya saat ditemui di Ritz Carlton, Jakarta, Senin (19/3/2018).

Baca juga: Atasi Arus Mudik Lebaran 2018, KAI Datangkan 834 Kereta dari INKA

Sementara untuk jalur udara, lanjut Budi, pihaknya berencana untuk mengoperasionalkan bandara-bandara kecil selam 24 jam. Hal tersebut bertujuan agar rotasi pesawat bisa dilakukan dengan leluasa.

"Kita sudah ketemu formatnya, kita akan mengoperasikan bandara-bandara di pulau itu. Bandara kecil itu beroperasi sampai jam 24, supaya rotasi peswat yang kembali ke Jakarta dengan leluasa untuk melakukan rotasi. Jadi dia bisa memilih ke mana saja, dan itu mendapatkan produktivitas yang lebih," jelasnya.

Selain itu lanjut Budi, pihaknya juga juga menghimbau kepada pesawat-pesawat dengan tujuan tertentu untuk menggunakan pesawat yang be ribuadan besar. Hal tersebut bertujuan agar mengefesienkan jumlah pergerakan pesawat setiap harinya.

"Pada tujuan tertentu seperti Surabaya , Bali, Medan Ujung Pandang, kita minta airlines yang memiliki wight body menggunakan itu, sehingga kita akan mengefisienkan jumlah move on yang ada di sana. Jadi udara mungkin bisa ter-handle dengan baik," jelasnya.

Baca Juga: Lebaran Masih 3 Bulan Lagi, Tiket Mudik Ludes Terjual

Selain, dia mengatakan pihaknya juga menyiapkan strategi di bidang perkeretapian. Salah satu caranya adalah dengan menyiapkan kereta tambahan dan kursi.

"Kereta api kami sudah koordinasi, KAI sudah memberikan tambahan kira-kira 4-5% kapasitas, dan ini akan kita lakukan. Tapi KAI emang biasanya full, jadi sisanya harus kita cary dengan dua sarana, yaitu darat dan kedua dengan laut," ucapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya