Menurutnya, karena dana pinjaman dari CDB belum cair maka dana untuk pembebasan lahan akan menggunakan dana konsorsium antara pihaknya, PT Kereta Api Indonesia dan PT Jasa Marga serta PTPN VIII. "Kami pakai equity dulu Itu sekitar Rp2,5 triliun. Semua sudah setor," tukasnya.
Sebelumnya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mengawal pembangunan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Perkembangan terbarunya, konstruksi tunnel (terowongan) sudah berjalan di wilayah Walini yang terletak di Bandung Barat dan di wilayah Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Menteri BUMN Rini M Soemarno pun melakukan peninjauan ke lokasi tunnel Walini di Bandung Barat. Menurut Rini, wilayah Walini dan Halim Perdanakusuma tersebut termasuk dalam bagian titik strategis dari keseluruhan proses pembangunan proyek kereta cepat.
Pembangunan tunnel dilakukan lebih dulu lantaran proses konstruksinya membutuhkan waktu. Dititik lainnya juga sudah dimulai pengerjaan rel layang (elevated). Kereta dengan kecepatan 350 km per jam ini akan mempersingkat waktu tempuh Jakarta-Bandung menjadi sekitar 45 menit.
Kereta ini akan dilengkapi empat stasiun, yakni Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini dan Stasiun Tegalluar. Jalur kereta cepat juga tidak menggunakan jalur rel yang sudah ada, melainkan dibuat jalur rel baru yang sesuai dengan spesifikasi kereta cepat.
(Martin Bagya Kertiyasa)