JAKARTA - Denmark menilai Indonesia memiliki keberuntungan dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang luar biasa. Dari sisi energi, potensi pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sangat besar.
"Jadi potensi renewable energy cukup besar di Indonesia bisa 200 sampai 400 giga watt. Di sini punya geothermal, surya, bio massa dan lainnya yang diperkirkan potensinya besar," tutur Duta Besar Denmark untuk Indonesia Rasmus Abildgaard Kristensen, di Kediamannya, Jakarta, Jumat (23/3/2018).
Menurutnya, tren global sudah banyak mengembangkan teknologi untuk energi terbarukan ini. Hal tersebut akan memudahkan bila ingin berinvestasi pada sektor terbarukan seperti ini.
"Semakin lama biaya investasi EBT semakin turun. Jadi investasi saat ini baik solusinya dan implementasinya bisa dilakukan. Seperti China, perkembangan EBT di sana sudah sangat baik," tuturnya.
Baca Juga: Menteri Jonan Akan Resmikan 21 Pembangkit Listrik Energi Terbarukan di NTT
Dia mengatakan, Indonesia bisa mulai mengembangan potensi EBT yang saat ini, meski sampai 2050 dominasi energi fosil masih diperlukan. Oleh karena itu, dia pun meminta pemerintah fokus pada target Kebijakan Energi Nasional, di mana 23% EBT bisa tercapai pada 2025.
"Untuk kebijakan saat ini 70% mayoritas berasal dari fosil seperti batu bara. Untuk EBT sendiri itu ada 23% untuk target energi nasional," tuturnya.
Sebagai informasi, pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah menetapkan target energi bauran jangka pendek sebesar 23% pada 2025, dengan kapasitas penyediaan energi 400 million tonnes of oil equivalent (MTOE). Adapun untuk tahap jangka panjang (long term) sebesar 31% pada 2050 dengan kapasitas produksi sebesar 1.012 MTOE.
(Martin Bagya Kertiyasa)