3 Langkah Krusial Memulai Bisnis, Salah Satunya Cek Kebutuhan Pasar

Keduari Rahmatana Kholiqa, Jurnalis
Selasa 03 April 2018 21:30 WIB
Tips memulai bisnis (Ilustrasi: Shutterstock)
Share :

JAKARTA - Dalam kehidupan, kita sering dihadapkan pada banyak pilihan. Saat menghadapi perkara-perkara sederhana pun kita dituntut untuk memilih. Misalnya, ketika membeli pakaian, kita diharuskan memilih warna dan modelnya. Memulai bisnis pun demikian, pasti akan dihadapkan pada berbagai macam pilihan. Apalagi jika kita pebisnis pemula.

Pilihan bisnis yang akan digarap sangat beragam sehingga tidak jarang membuat sebagian besar orang menjadi bingung. Keragaman bisnis tersebut, salah satunya disebabkan oleh tren bisnis yang selalu berkembang. Tren bisnis saat ini belum tentu sama dengan tren bisnis sepuluh tahun mendatang. Buktinya, bisnis yang menjamur sepuluh tahun yang lalu berbeda dengan bisnis yang sekarang sedang tren. Perubahan sosial dan ekonomi menjadi salah satu faktor yang berpengaruh pada perubahan tren bisnis tersebut.

Baca Juga: Sulap Sampah Plastik Jadi Kerajinan, Untungnya Puluhan Juta

Agar tidak bingung menentukan bisnis apa yang akan kita jalankan, hendaknya perlu memerhatikan beberapa hal. Simak penjelasannya, seperti dikutip Selasa (3/4/2018) dari buku “10 Bisnis Paling Prospektif 2010-2020”, karya Raihana Salsabila berikut ini.                                                                                                                             

1. Mulai dari Hobi
Memulai bisnis dari hobi? Ya. Setiap hobi memiliki potensi yang bisa dikembangkan menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan. Kita selalu bersungguh-singguh saat menjalankan hobi kita. Karena itu, bisnis yang berawal dari hobi mempunyai kemungkinan yang lebih besar untuk sukses. Walt Disney menjadi contoh nyata bahwa hobi bisa berubah menjadi bisnis yang sukses.

Baca Juga: Modal Cuma Rp 2 Juta, Bisnis Kelinci Hias Keuntungannya Menjanjikan
Disney kecil mempunyai hobi menggambar. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk menggambar. Dengan menggambar, ia berhasil menciptakan karakter-karakter animasi terkenal di seluruh dunia. Puluhan tahun kemudian, Disney membangun Disneyland. Setelah Disney wafat, istrinya berkata bahwa kebesaran Disneyland bukanlah sebuah kejutan baginya karena Disney sudah memikirkan hal itu jauh-jauh hari sebelumnya. Taman hiburan itu impian Disney sejak kecil. Perpaduan antara hobi dan ketekunan membuat Disneyland menjadi tempat wisata nomor satu di Amerika Serikat. Tujuh pekan setelah dibuka, Disneyland sudah didatangi lebih dari satu juta pengunjung.

Tokoh dunia lainnya yang memulai bisnis dari hobi adalah Soichiro Honda. Dia merintis bisnisnya dari hobi di dunia otomotif. Honda kecil sangat suka mengutak-atik mesin. Karena ketertarikannya pada dunia permesinan, suat ketika dia berani menjebol tabungan ayahnya tanpa izin untuk menyaksikan parade pesawat terbang di kotanya. Honda kecil suka bekerja di bengkel ayahnya, sampai akhirnya dia dapat merintis bengkel sendiri. Puluhan tahun kemudian, Honda berhasil menciptakan Honda Company yang produknya banyak dipakai orang di seluruh dunia.

Kita butuh dapat membangun bisnis dari hobi atau kemampuan yang kita miliki sehingga nantinya akan berkembang bahkan bisa lebih hebat dari Disneyland maupun Honda. Tentunya, menekuni hobi harus dibarengi dengan kerja keras, latihan terus menerus, dan semangat pantang menyerah.

2. Melihat Kebutuhan Pasar

Selain memulai bisnis dari hobi, kita juga dapat memulai bisnis dengan melihat kebutuhan yang banyak dicari masyarakat. Perhatikan kebutuhan masyarakat kita dengan saksama dan asah kepekaan kita untuk menemukan peluang. Kita bisa menjadikan sesuatu yang dibutuhka masyarakat menjadi peluang usaha. Banyak sekali contoh bisis yang dimulai dari memenuhi kebutuhan masyarakat.
 
Contoh-Contoh Bisnis yang Dimulai dari Melihat Kebutuhan Masyarakat

 Berkembangnya bisnis lembaga bimbingan belajar berawal dari banyaknya anak sekolah maupun orangtua yang kahwatirkan tidak dapat lulus sekolah. Awalnya, lembaga bimbingan belajar muncul dalam skala kecil, karena kebutuhan semakin besar akhirnya bisnis ini berkembang terus dengan berbagai macam merek dan metode. Sampai sekarang, bisnis ini terus hidup dan berkembang, bahkan banyak di antaranya sudah merambah ke berbagai pelosok Indonesia.

Bisnis kotak susu kardus kue berkembang juga dari masalah yang ada di masyarakat. Dulu, akan sangat kerepotan ketika hendak menyuguhi tamu dengan hidangan kue. Sekarang tidak lagi, tinggal meletakkan saja suguhan tersebut dalam kotak kue. Praktis, mudah, murah, dan terlihat lebih sopan. Sekarang sudah banyak kotak kue dengan berbagai bentuk dan pilihan warna yang beragam.

3.   Inovasi dan Kreativitas

Inovasi dan kreativitas sangat penting dalam menghasilkan sebuah usaha. Hal ini penting dilakukan manakala bisnis yang akan kita jalani telah digarap sebelumnya oleh orang lain. Agar bisa memenangkan persaingan, kreativitas dan inovasi adalah kuncinya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya