Selain itu, peternakan tersebut harus mendapatkan jaminan keamanan pangan berupa Sertifikat Veteriner yang diterbitkan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner.
“Kita berharap agar ekspor Daging Wagyu tidak hanya ke Myanmar saja, tapi juga menembus negara lain. Menyusul keberhasilan Indonesia mengekspor telur ayam tetas dan susu ke Myanmar serta daging ayam olahan ke PNG”, ucap Ketut.
Saat ini pemerintah juga kembali membuka keran ekspor produk Ayam Olahan Indonesia setelah vakum sejak 2003, menyusul merebaknya wabah Flu Burung atau Avian Influenza di Tanah Air. Untuk tahap awal, Indonesia beberapa waktu lalu mengekspor produk ayam ke negara tetangga, Papua Nugini.
Ekspor perdana produk ayam ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Karantina Indonesia dan Papua Nugini, terkait dengan protokol tindakan karantina pemasukan dan pengeluaran produk pangan dan pertanian ke dua negara tersebut.
5.999,25 kilogram (kg) dalam 1.000 karton milik PT Charoen Pokphand Indonesia, telah dikapalkan ke negara tujuan. Setelah Badan Karantina Pertanian, selaku penjamin kesehatan dan keamanan produk hewan ini, melakukan berbagai pemeriksaan fisik dan tindakan karantina lainnya, sesuai persyaratan yang diminta negara tujuan.
Hal lain yang membanggakan juga adalah Kementan sejak 2016 mampu mendorong ekspor telur ayam tetas ke Myanmar sebesar 450,128 ton. Selain itu, ekspor sarang walet sebesar 19,39 ton dengan nilai USD7,5 miliar telah masuk ke Tiongkok. Begitu pula ekspor ayam beku asal Indonesia telah mendapat persetujuan khususnya standar sanitary and phytosanitary (SPS) dari negara Jepang dan Korea Selatan.
Bahkan, telah mengekspor bawang merah hingga ke enam negara, di antaranya Timor Leste, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei.
Apa yang telah dicapai Kementerian Pertanian ini telah diapresiasi oleh FAO yang disampaikan oleh Asisten Dirjen Food and Agriculture Organization kepala FAO Regional Bangkok Kundhavi Kadiresan.
Pemerintahan Presiden Jokowi-JK sejak dan hingga memasuki tahun ke empat pemerintahan Kabinet Kerja, Indonesia terus bergegas, menyingsingkan lengan bajunya untuk meningkatkan kinerja sektor pertanian, meningkatkan kesejahteraan jutaan petani, mengentaskan kemiskinan, mendorong pertumbuhan nilai dan volume ekspor komoditas unggulan nasional.
Bahwa Indonesia pada tahun 2045 diproyeksikan akan menjadi lumbung pangan dunia. Semoga apa yang telah digagas oleh Andi Amran Sulaiman dapat tercapai.
Kepala Bagian Humas Kementerian Pertanian
Marihot M Panggabean
(Kurniasih Miftakhul Jannah)