JAKARTA - Lion Air Group baru saja membeli 50 pesawat baru untuk penambahan pengoperasian pesawat yang sudah ada saat ini. Dengan bertambahnya pesawat ini, maka Lion Air akan mempunyai 480 pesawat.
Dengan penambahan ini, maka muncul pertanyaan apakah Lion dipastikan tidak delay lagi? Pasalnya, Lion Group terkenal dengan jadwal pemberangkatan pesawat yang sering terlambat dan mendapatkan banyak protes dari masyarakat.
"Saya bukan Tuhan. Gini lho, delay-nya itu sebatas toleransi mana. Karena tidak ada yang bisa 100%. Karena sebenarnya dalam penerbangan, teori yang saya tau 15% itu enggak mungkin. Karena ada faktor cuaca, catatan lain, kerusakan yang tidak diduga. Tinggal bagaimana me-manage itu," ungkap Presiden dan CEO Lion Air Group Edward Sirait di Grand Haytt, Selasa (10/4/2018).
Baca Juga: Lion Air Borong 50 Pesawat Boeing 737 MAX 10 Senilai Rp85,4 Triliun
Menurutnya, dia tidak bisa memprediksi jika terjadi dari masalah cuaca. Di mana hujan dan kendala dari eksternal bisa saja terjadi seperti cuaca yang buruk.
"Kenapa saya bilang, saya bukan Tuhan? Karena tiba-tiba bisa hujan, pesawat bannya bisa kempes. Kami memperbaiki bagaimana orang kami memanage delay itu. Tinggal bagaimana delay itu jangan lebih dari sekian persen. Makanya OTP yang kami tetapkan itu tidak 100%. Kami kan bukan Tuhan. Karena ada ketidakpastian," jelasnya.
Dia juga menjelaskan, untuk menekan waktu keterlambatan penerbangan pihaknya akan lebih memperbaiki dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), sehingga kendala dari internal bisa diminimalkan.
"Itu yang harus kita sempurnakan, berbagai aspek yang masih kurang harus kita perbaiki, seperti di kami SDM. Nanti peranannya apa, termasuk pola standar operasi kita, itu yang harus diperbaiki," jelasnya.
Baca Juga: Lion Air Rela Ngutang demi Borong 50 Pesawat Boeing Rp85,4 Triliun
Sementara itu, standar keselamatan yang dilakukan Lion sama dengan maskapai penerbangan lainnya yang memang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia dan tidak bisa berbeda-beda dari maskapai.
"Standar keselamatan pesawat itu tidak bisa ditawar-menawar, mau itu pesawat apapun standarnya sudah baku, harus dijalankan, karena sama," tukasnya.