Daftar Orang Terkaya yang Bangkrut Setelah Sukses, Ada Walt Disney

Koran SINDO, Jurnalis
Jum'at 27 April 2018 14:45 WIB
Dolar (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Bagi mereka yang hidup bergelimang harta, kebangkrutan adalah ancaman di tengah-tengah kesuksesan. Banyak sebab mengapa seseorang mengalami kebangkrutan di antaranya persoalan gaya hidup, terlilit utang atau karena kasus perceraian. 

Berikut sejumlah orang terkenal yang mengalami kebangkrutan setelah meraih puncak kesuksesan di bidangnya masing-masing. 

Baca Juga: Jadi Orang Terkaya berkat Uang Digital

MICHAEL JACKSON

Michael Jackson bisa dibilang adalah penyanyi paling terkenal di planet ini. Ia telah menjual lebih dari 100 juta album selama berkarier di dunia musik. Namun karena gaya hidup mewahnya dan beberapa kasus hukum membuat penyanyi ini terlilit utang sebesar USD500 juta. Akibat kasus utangnya, The King of Pop ini stres berat. Hingga ia pun mengonsumsi berbagai obat-obatan. Sampai akhirnya pada 2009 ia ditemukan meninggal diduga karena overdosis. 



BILLY JOEL 

Billy Joel adalah penyanyi dan penulis lagu terkenal sepanjang era 70-an. Namanya melambung berkat lagu "Just The Way You Are". Sepanjang karier bermusiknya, pria kelahiran New York, tahun 1964 ini telah menjual lebih dari 150 juta album dan 23 juta eksemplar album greatest hits. Billy disebut-sebut artis solo ketiga terlaris sepanjang masa di AS. Di tengah kesuksesannya, Billy menghadapi beberapa masalah keuangan. Saat bercerai dengan istri pertamanya, Billy harus mengeluarkan jutaan USD, ditambah lagi dengan ulah sang manajer yang menggelapkan uang miliknya. Semua ini membuatnya mengalami kebangkrutan. 

Baca Juga: Bongkar Kisah Orang Superkaya Asia Lewat Tulisan

MC HAMMER 

Bagi penyuka musik rap, mungkin tak asing lagi dengan nama MC Hammer. Di puncak popularitasnya, rapper ini mendapatkan pendapatan USD30 juta (Rp391,5 miliar) per tahunnya. Namun penyanyi pemilik nama asli Stanley Burrell ini hidup berfoya-foya. Antara lain membeli rumah seharga USD1 juta (Rp13 miliar) dengan 200 pembantu, menghabiskan USD30 juta (Rp391,2 miliar) untuk merenovasi rumah baru hingga terjerat kasus plagiat yang berujung tuntutan USD13 juta (Rp169 miliar). Bisnisnya juga banyak gagal yang menyebabkan utang menumpuk. Hammer mengalami kebangkrutan pada 1996.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya