JAKARTA - Pemerintah menyakini bahwa ekspor ke India bakal menguat setelah pada kuartal I-2018 mengalami penurunan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor sawit ke Indonesia turun 22,95% karena kebijakan bea masuk Crude Palm Oil (CPO) meningkat menjadi 15%.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, Presiden beberapa waktu lalu sudah mengkomunikasikan hal ini kepada petinggi pemerintahan India. Hal tersebut dilakukan supaya ada peninjauan lagi terhadap pengenaan bea masuk CPO Indonesia.
"Kembali dan beliau meninjau kembali. tapi dari beberapa kali pertemuan juga sudah menyampaikan Mendag India, dalam diskusi itu saya meyakinkan bahwa akan memberikan harga pokok produk mereka meningkat makanan," tuturnya di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (5/6/2018).
Enggar belum mau berspekulasi kapan ekspor sawit meningkat. Hanya saja, kata Enggar, pemerintah terus berkomunikasi dan meyakinkan pemerintah India.