JAKARTA - Ribuan massa aksi Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), telah membubarkan diri dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Namun, sebelum meninggalkan Gedung ESDM, serikat pekerja memberikan tuntutan kepada Menteri ESDM Ignasius Jonan.
Presiden FSPPB Arie Gumilar menyatakan, tuntutan serikat pekerja kepada Menteri Jonan ada dua. Pertama tambahkan subsidi BBM atau naikkan harga BBM sesuai harga keekonomian.
"Kedua, batalkan Permen ESDM Nomor 23 Tahun 2018 yang tidak mencerminkan keberpihakan pada kepentingan rakyat," kata Arie kepada wartawan di depan Gedung ESDM, Gambir Jakarta Pusat, Jumat (20/7/2018).
Dia menjelaskan, terkait aksi demo di depan Gedung Kementerian BUMN dan ESDM itu, pihaknya mempunyai poin penting, seperti ribuan massa aksi, ingin menjaga kelangsungan bisnis perusahaan. Karena ada upaya-upaya pihak tertentu yang mencoba Pertamina menjadi rugi
"Sehingga ada potensi-potensi menutup kerugian Pertamina dengan cara-cara menjual aset, ini pelepasan-pelepasan aset yang dilakukan hanya untuk menutupi kerugian sebagai dampak kebijakan-kebijakan pemerintah seperti BBM satu harga dan penetapan harga BBM premium dan solar yang tidak naik sampai 2019," ungkapnya.
Seperti diketahui, hari ini, kurang lebih 1.200 pekerja yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) akan melakukan aksi demo. Beragam tuntutan yang akan disampaikan dalam aksi demo ini.
Salah satunya soal penjualan aset Pertamina hingga menolak akuisisi Pertagas oleh PGN. Para pekerja Pertamina beralasan akuisisi tersebut tidak disertai kajian yang komprehensif dan berdampak pada adanya transfer profit secara bottom line kepada asing.
(feb)
(Rani Hardjanti)