Menko Darmin Pastikan Impor Beras hanya 1,84 Juta Ton

Giri Hartomo, Jurnalis
Senin 27 Agustus 2018 19:58 WIB
Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: Antara)
Share :

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution memastikan beras asal luar negeri yang akan masuk ke Indonesia hingga akhir tahun tidak mencapai 2 juta ton. Dirinya menyebut, hanya 1,84 juta ton beras impor yang akan masuk ke dalam negeri.

Darmin menambahkan, turunnya dari target impor yang diputuskan pada rapat koordinasi beberapa bulan lalu karena ada importir yang tidak kunjung mengirimkan berasnya. Sehingga pemerintah memutuskan untuk membatalkan importase beras tersebut dari pada harus menunggu lama.

"Awalnya memang 2 juta ton. Tetapi ada negara (importir) yang mundur. Awalnya bilang sanggup, tetapi sampai tanggal yang dijanjikan tidak datang juga," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (27/8/2018).

 

Sementara itu mengenai keputusan impor 2 juta ton yang menimbulkan banyak pertanyaan, Darmin menjelaskan jika hal tersebut dilakukan untuk menekan harga beras yang semakin melambung. Bahkan di beberapa pasar, harga beras sudah dijual melebih harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Hal itu diperparah dengan serapan gabah dalam negeri yang dianggap kurang maksimal. Hal itu disebabkan beberapa hal dari mulai kondisi cuaca hingga produksi petani yang kurang bagus.

"Terus terang penyerapan memang tidak sebagus tahun lalu. Tapi kita sudah ingatkan Perum Bulog untuk terus serap," ucapnya

 

Darmin juga menekankan kepada Perum Bulog untuk terus melakukan penetrasi melalui operasi pasar. Hal tersebut bertujuan untuk menekan harga beras di pasar.

"Tugasnya jangan hanya fokus pada target stok saja. Kalau dilihat perlu operasi pasar, ya lakukan operasi pasar. Kalau rastra harus dikirim, ya dikirim," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar mengatakan, beras impor yang akan masuk ke Indonesia hanya sekitar 1,8 juta ton saja. Beras tersebut akan tiba pada September mendatang dari Thailand, India, Pakistan hingga Vietnam.

"Memang jatahnya segitu 1,84 juta ton. Dari Thailand, Vietnam, India Pakistan," ujarnya.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya