Darmin juga menekankan kepada Perum Bulog untuk terus melakukan penetrasi melalui operasi pasar. Hal tersebut bertujuan untuk menekan harga beras di pasar.
"Tugasnya jangan hanya fokus pada target stok saja. Kalau dilihat perlu operasi pasar, ya lakukan operasi pasar. Kalau rastra harus dikirim, ya dikirim," ucapnya.
Sementara itu, Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar mengatakan, beras impor yang akan masuk ke Indonesia hanya sekitar 1,8 juta ton saja. Beras tersebut akan tiba pada September mendatang dari Thailand, India, Pakistan hingga Vietnam.
"Memang jatahnya segitu 1,84 juta ton. Dari Thailand, Vietnam, India Pakistan," ujarnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)