JAKARTA - Menjadi bagian dari pihak yang mengatur keuangan negara, bukanlah perkara yang mudah bagi Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo. Menurutnya, perlu prinsip value for money yakni mengatur keuangan secara berkualitas.
Hal tersebut disampaikan Mardiasmo dalam acara pembukaan Festival Literasi Perpustakaan Kementerian Keuangan Tahun 2018 di Gedung Kemenkeu, Selasa (4/9/2018).
Dia menyatakan, dalam mengatur keuangan negara yang berkualitas dirinya menggunakan filosofi Jawa. Kata dia, nilai-nilai tersebut cocok untuk mengelola keuangan guna mensejahterakan masyarakat.
“Konsep value for money. Tapi kalau saya ada filosofi Jawa, itu ‘gemi, nastiti, ati-ati’. Itu bahasa Jawa,” jelasnya.
Dalam filosofi tersebut, gemi bermakna hemat. Makna ini juga tidak terlepas dari nastiti yang berarti cermat atau teliti, sedangkan ati-ati bermakna hati-hati.