“Kalau menggunakan framework gemi nastiti ati-ati itu untuk mengelola keuangan rakyat, maka nilai Pancasila akan terwujud. Yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya.
Filosofi tersebut pun digunakannya sebagai dasar pemerintahan untuk mengalokasikan anggaran yang ekonomis, efisien dan efektif. Tak hanya itu, equality dan equity menjadi faktor yang juga harus digunakan dalam mengatur anggaran.
“Equal itu maksudnya jangan sampai ada kesenjangan,” imbuh dia.
Di sisi lain, bukan hanya mengelola anggaran dengan baik, namun mengoptimalkan kualitas hidup masyarakat juga didorong dengan literasi. Pasalnya literasi mendorong masyarakat semakin luas memiliki pengetahuan yang menjadi bekal hidupnya.
"Literasi tidak hanya membaca tapi juga bagaimana bisa mengartikan dan mengoptimalkan dari hasil bacaan itu dalam bentuk suatu tindakan," katanya.