JAKARTA – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas) Bambang Brodjonegoro menyebut peran swasta dalam Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sangat besar. Komitmen RI dalam program tersebut dimulai sejak diterbitkannya Perpres No. 59 tahun 2017.
“Kami yakin ke depan keterlibatan swasta mensukseskan program SGDs akan semakin besar,” kata Bambang Brodjonegoro, Kamis (6/9/2018).
Menurutnya, SGDs membuat tujuan pembangunan infrastruktur semakin jelas. Pembangunan yang dimaksud adalah infrastruktur dasar seperti layanan pendidikan, air bersih hingga jaringan listrik.
“Tapi listrik konteksnya tidak menggunakan fosil melainkan rewenable energy,” ungkapnya.
Munculnya komitmen pemerintah terhadap SDGs kemudian merupakan dorongan kuat bagi para pelaku usaha untuk untuk bertranformasi lebih cepat dari ‘business as usual’ ke bisnis yang berkelanjutan. SDGs dengan 241 indikatornya menawarkan sektor swasta sebuah kerangka kerja untuk mentranslasi kebutuhan dan ambisi global ke dalam solusi bisnis.
Untuk itu, Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), asosiasi yang dipimpin oleh para CEO yang memiliki komitmen bersama dalam mendorong pembangunan berkelanjutan, memfasilitasi sektor swasta melalui acara diskusi sekaligus peluncuran SDGs Working Group. Kelompok kerja ini selanjutnya akan menjadi wadah bagi perusahaan untuk bekerja bersama mengejar pemenuhan target SDGs yang sudah menjadi komitmen pemerintah Indonesia.
“Sektor swasta dan pemerintah tidak lagi bekerja sendiri, tidak lagi bekerja dalam silo. Kami (sebagai bisnis), pemerintah, dan masyarakat sipil akan bekerja sama untuk mendorong perubahan nilai yang diinginkan dan perubahan perilaku, untuk pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.
Ini tanggung jawab yang umum, tetapi berbeda,” kata President IBCSD Shinta Kamdani.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)