Perusahaan di sektor etanol dan pabrik CO2 ini melepas sebanyak 351.000.000 saham atau 15,03% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga penawaran Rp580 per saham. Arief mengatakan, dana IPO sekitar 94,45% atau sekitar Rp192,38 miliar digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi melalui anak usaha dengan membangun pabrik serta membeli beberapa mesin baru, sedangkan sisanya akan disalurkan kepada anak usaha untuk pembangunan fasilitas distribusi berupa gudang di Jawa Timur.
Saat ini, perseroan tengah membangun pabrik baru di Lampung berkapasitas 50 juta liter per tahun dengan investasi Rp550 miliar. Sumber pendanaannya sebesar Rp200 miliar dari dana IPO, sisanya dari pendanaan eksternal dan kas internal. "Groundbreaking sudah dilaksanakan Juli 2018 lalu, dan diharapkan mulai beroperasi dalam dua tahun mendatang,"jelasnya.
Sementara Direktur Keuangan Madusari Murni Indah, Yonki Saputra Sim menambahkan, pembangunan pabrik memakan waktu dua tahun. Namun, perseroan akan mulai mengomersilkan pabrik tersebut pada semester II/2019. Dia menyebut permintaan produk perseroan cukup besar namun kapasitas pabrik yang sudah ada yaitu sebesar 80.000 kiloliter per tahun sudah jenuh. Kondisi tersebut membuat penjualan perseroan terbatas.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)