JAKARTA - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa pasca-gempa bumi dan tsunami di Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), komunikasi lumpuh akibat listrik padam.
"Jadi, menyebabkan pendataan dan pelaporan dampak gempa dan tsunami di Kota Palu dan Donggala tidak dapat dilakukan dengan cepat," kata Sutopo di Jakarta, Sabtu (29/9/2018).
Dia menjelaskan, ada tujuh gardu induk PLN padam usai gempa mengguncang Sulawesi Tengah, khususnya di Palu dan Donggala. Di mana saat ini baru 2 gardu induk yang bisa dihidupkan kembali.
Baca Juga: Pasca-Gempa dan Tsunami Palu, Ini Cara Pertamina Salurkan BBM hingga LPG
"Di Donggala, Palu dan sekitarnya tidak dapat beroperasi karena pasokan listrik PLN putus," jelasnya.
Dia menuturkan, PLN Regional Sulawesi saat ini mobilisasi tim dan logistik (material, makanan dan minuman) dari berbagai penjuru, seperti dari Manado, Gorontalo dan Mamuju.
"Tim mulai pagi ini melakukan investigasi gardu induk dan transmisi. Dan manajemen PLN berkoordinasi untuk penyiapan material perbaikan," ungkapnya.
Seperti diketahui, gempa berkekuatan 7,4 SR mengguncang kepulauan Sulawesi Tengah sekira pada Jumat, 28 September 2018, sore. Gempa tersebut menimbulkan tsunami atau gelombang tinggi di bagian pesisir Kabupaten Donggala, Mamuju Utara, dan Palu.
(Dani Jumadil Akhir)