Menurut dia, letak bandara yang berada di tengah-tengah antara Provinsi Jabar dan Jawa Tengah membuat Bandara Kertajati menjadi bandara yang strategis untuk keberangkatan jamaah dari dua provinsi tersebut. Dia memaparkan, selain jamaah umrah dari Provinsi Jabar, seperti Bandung, Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan, Bandara Kertajati juga dapat digunakan oleh jamaah umrah dari Purwokerto, Tegal, Cilacap, dan Brebes, Provinsi Jateng.
“Daripada harus ke Jakarta, jauh. Bisa 6-7 jam,” tukasnya.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengaku bersyukur atas dimulainya penerbangan umrah perdana dari Bandara Kertajati. Menurutnya, hal itu menjadi pertanda apa yang dicita-citakan mulai terwujud.
“Saya sangat yakin bandara ini akan memengaruhi ekonomi regio nal secara maksimal,” katanya.