Mahathir Jual Aset Negara untuk Bayar Utang Malaysia

Koran SINDO, Jurnalis
Kamis 11 Oktober 2018 13:27 WIB
PM Malaysia Mahathir Mohamad (Foto: Okezone)
Share :

KUALA LUMPUR – Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad mengungkapkan pemerintahannya akan memberlakukan pajak baru dan menjual aset negara untuk membayar utang yang ditinggal pemerintahan sebelumnya.

Itu dilakukan Mahathir untuk memulihkan kepercayaan investor. Pemerintahan Mahathir menghadapi utang warisan senilai 1 triliun ringgit atau USD240,67 miliar (Rp3.657 triliun). Hutang itu mencapai 80,3% dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Malaysia.

Selain itu, Mahathir juga menyalahkan kasus korupsi dan pencucian uang 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang melibatkan Najib, keluarga, dan koleganya. Mahathir harus berpikir keras mendapatkan sumber pendapatan baru setelah membatalkan pajak pelayanan dan barang yang tidak populer beberapa pekan setelah dilantik sebagai PM.

Baca Juga: Kapan Terakhir Indonesia Utang ke IMF? Ini Cerita 12 Tahun Silam

”Kita mungkin akan menyusun pajak baru untuk mendapatkan uang agar bisa membayar hutang,” ujar Mahathir saat konferensi yang dihadiri investor di Kuala Lumpur dilansir Reuters.

Dia juga tidak mengelaborasi jenis pajak baru yang akan dibentuk. Namun, media lokal melaporkan pemerintah akan mengenalkan pajak minuman soda dan warisan. Kemudian Mahathir mengungkapkan hal lain yang bisa dilakukan pemerintahannya adalah menjual aset negara.

”Tanah adalah salah satunya. Kita mungkin menjual beberapa aset berharga untuk bisa membayar hutang,” tuturnya. Namun, dia tidak mengidentifikasi aset apa saja yang akan dijual.

Mahathir menegaskan kebijakan penjualan aset negaranya berbeda dengan program yang dilaksanakan Najib. Mahathir ingin fokus menjual aset negara kepada investor lokal. Sedangkan Najib menjual tanah kepada orang asing untuk membangun properti kelas atas yang tak mampu dibeli mayoritas rakyat Malaysia.

Baca Juga: Utang Luar Negeri Indonesia Kini Tembus USD358 Miliar

Bank Dunia baru-baru ini memotong tingkat pertumbuhan ekonomi Malaysia menjadi 4,9% dari 5,4%. Itu berkaitan dengan prospek belanja ekonomi Malaysia dan tingkat hutang yang tinggi. ”Pemerintahan saya memang memprioritaskan membayar hutang dan memperbaiki mesin pemerintahan yang rusak,” ungkap Mahathir.

Pada saat bersamaan, Mahathir menginginkan Kuala Lumpur bisa menarik investasi asing secara langsung. Mahathir yang sebelum tidak diperkirakan akan memenangkan pemilu pada Mei lalu, selalu menyalahkan pemerintahan mantan PM Najib Razak yang menyebabkan Malaysia terjebak utang sangat banyak. Mahathir menuding Najib yang membangun perekonomian Malaysia dengan dasar utang. ”Iniakanmenjaditugasberat bagi pemerintah karena kita mendapatkan warisan (utang) dari pemerintahan yang disorientasi,” ujar Mahathir.

Dia menjelaskan pemerintahan mantan PM Najib tidak memiliki akuntabilitas dalam mengelola keuangan negara.

Bangkit Kembali Menjadi Macan Asia?

Mahathir berkeyakinan bahwa negaranya bisa pulih dengan bantuan investor asing. Itu berdasarkan pengalaman Malaysia saat menghadapi krisis keuangan Asia pada per-tengahan 1990-an.

”Negara ini akan tumbuh dan tumbuh menjadi macan yang lain,” ujar Mahathir.

Itu mengacu ekonomi Hong Kong, Singapura, Korea Selatan, dan Taiwan yang dikenal sebagai ”Macan Asia” pada 1990-an karena proses industrinisasi yang cepat. Hanya saja, kasus dihadapi Malaysia saat ini berbeda dengan apa yang dihadapi pada 1990-an. Dulu pertumbuhan ekonomi dipicu ekspor komoditas dan investasi pada pasar ekuitas di tengah maraknya privatisasi.

(Feb)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya