JAKARTA - Industri baja dalam negeri di beberapa bulan terakhir mengalami tekanan. Hal tersebut menyusul adanya serbuan baja impor yang dikarenakan adanya perang dagang antara Amerika Serikat dengan China.
Direktur Utama PT Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan, adanya tekanan pada baja impor ini membuat perseroan menyiapkan beberapa langkah. Salah satunya adalah dengan ekspansi melalui pembangunan pabrik Hot Striping Mill (HSM) yang kedua atau pabrik baja lembaran panas kedua di Cilegon, Banten.
Baca Juga: BUMN Karya Sepakat Pakai Baja Krakatau Steel
Saat ini progres konstruksi fisiknya sudah mencapai 86,83% per September 2018 Kalimantan. Ditargetkan proyek ini bisa rampung pada Kuartal III-2018. .
Rampungnya proyek ini bisa menambah kapasitas sebesar 1,5 juta ton per tahun dan akan rampung pada kuartal III-2019. Sehingga total kapasitas rolling akan mencapai 3,9 juta ton per tahun.
"Berkembangnya industri baja memang harus seiring berkembangnya satu industri, belakangan ini mengalami cobaan yang cukup besar dampaknya kepada industri baja nasional. Sehingga Ibu Menteri BUMN mengembalikan kejayaan industri baja nasional khususnya Krakatau Steel," ujarnya di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (123/11/2018).
Baca Juga: BUMN Kontruksi Tak Sepenuhnya Gunakan Baja Lokal