Utang BUMN Capai Rp5.271 Triliun, Ini Rinciannya!

Taufik Fajar, Jurnalis
Selasa 04 Desember 2018 15:24 WIB
Penjelasan soal Utang BUMN (Foto: KBUMN)
Share :

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan penjelasan terkait utang perusahaan negara yang mencapai lebih dari Rp5.271 triliun per September 2018.

Deputi Bidang Restrukturisasi Kementerian BUMN Aloysius menjelaskan, bahwa total utang BUMN per September 2018 (unaudited) mencapai Rp5.271 triliun. Di mana total aset BUMN mencapai Rp7.718 triliun, meningkat Rp508 triliun dari Rp7.210 triliun per Desember 2017.

"Utang BUMN di sektor keuangan, dari Rp3.311 triliun hanya Rp1.960 triliun yang merupakan utang riil atau pinjaman. Dan sisanya berasal dari dana pihak ketiga (DPK) Rp2.448 triliun, serta dari premi asuransi dan sebagainya Rp335 triliun," ujarnya di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Baca Juga: Daftar 10 BUMN dengan Utang Terbesar, BRI Juara dengan Rp1.008 Triliun

Dia menjelaskan bahwa, masing-masing BUMN pada sisi eksternal dibantu oleh lembaga rating domestik dan internasional yang dapat menilai kemampuan dalam melakukan leveraging. Dan dalam mendapatkan pinjaman luar negeri.

"Jadi, setiap kali melakukan Pinjaman Komersial Luar Negeri (PKLN), BUMN selalu berkoordinasi dan meminta persetujuan tiga Badan Pemerintah di antaranya Kementerian Kordinator Perekonomian, Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia," ungkapnya.

Baca Juga: Utang BUMN Tembus Rp5.271 Triliun, Siapa yang Terbesar?

Sebelumnya, Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat dengar pendapat dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait kondisi utang 10 perusahaan negara.

Deputi Bidang Restrukturisasi Kementerian BUMN Aloysius mengatakan sektor non keuangan total utang per September 2018 sebesar Rp1.960 triliun. Di mana paling banyak didominasi sektor migas Rp522 triliun dan kelistrikan Rp543 triliun. (fbn)

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya