JAKARTA – Perusahaan pengembang energi nuklir dari Rusia, Rosatom menyatakan, unit reaktor nomor 1 dari satu-satunya Unit Daya Apung (Floating Power Unit/FPU) di dunia yang disebut Akademik Lomonosov dihidupkan sebesar 10% dari kapasitasnya.
Akademik Lomonosov kini ditambat di daerah Atomflot (perusahaan Rosatom), Murmansk, Rusia. Para Teknisi telah menyelesaikan semua operasi persiapan yang diperlukan dan melakukan semua penilaian yang diperlukan sebelum prosedur power start-up tersebut dilakukan.
“Kami berhasil mengadakan tes FPU sesuai dengan jadwal. Kami yakin bahwa pada musim gugur berikutnya, kami akan dapat menarik Akademik Lomonosov ke Pevek sesuai dengan rencana. Pembangkit listrik tenaga nuklir terapung adalah solusi ideal untuk menggerakkan daerah-daerah terpencil,” ujar CEO Rosatom Alexey Likhachev dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/12/2018).
Power start-up adalah serangkaian uji fungsi dan keamanan yang dilakukan terhadap reaktor Akademik Lomonosov. Serangkaian tes ini harus diselesaikan sebelum reaktor tersambung ke jaringan. Tahap pertama pengujian dilaksanakan pada besaran 1-10% dari kapasitas reaktor dan dinaikkan hingga 110% dari kapasitas tersebut di tahap akhir pengujian. Dalam setiap tahapannya, berbagai mode operasi diuji untuk memastikan keamanan FPU.
Baca juga: Sudah Siapkah RI Pakai Listrik dari Tenaga Nuklir?