Ingin Karier Sukses Boleh Saja, Asal Jangan Tiru Budaya Kantor di Jepang Seperti Ini

Agregasi Cekaja.com, Jurnalis
Minggu 06 Januari 2019 14:25 WIB
Foto: Ilustrasi Shutterstock
Share :

Sekali kamu masuk ke sebuah perusahaan, kamu akan bekerja di sana selamanya. Ini bukan paksaan berupa aturan tertulis di dalam kontak kerja, melainkan memang sudah menjadi budaya. Perusahaan-perusahaan Jepang lebih memilih untuk merekrut fresh graduate. Mereka kemudian dididik dan diberi bekal keterampilan agar loyal terhadap perusahaan.

Meski perusahaan mendekati bangkrut atau pekerjaan tidak sesuai harapan, para karyawan ini akan tetap setia. Kalau kamu berpindah-pindah perusahaan, di Jepang kamu justru dianggap tidak kompeten. Dengan begitu, bisa jadi lowongan kerja untuk posisi senior mungkin jarang.

Hobi lembur

Seorang warga negara asing menuliskan dalam blognya bahwa budaya orang kantoran di Jepang sebenarnya hanya mengesankan kalau mereka seakan-akan bekerja keras. Contohnya mereka hobi sekali lembur padahal tidak mendesak.

Bahkan untuk menanggulangi budaya lembur ini, tahun lalu kabinet Jepang yang dipimpin PM Shinzo Abe telah menyetujui undang-undang (UU) yang membebaskan pekerja kerah putih dari aturan jam kerja. Budaya lembur ditengarai sebagai penyebab tingginya angka kematian kerja, menurunnya angka kelahiran, dan produktivitas.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya