Saat ini, ruang produksi telah terpakai untuk kapasitas 10 ton per hari. Setelah IPO di bursa, katanya, kapasitas penyimpanan KIBIF akan ditingkatkan menjadi 40 ton per hari dengan utilisasi mencapai 100%.
Menurut Yustinus, KIBIF juga secara berkelanjutan akan terus meningkatkan produksi dan perluasan jaringan distribusi untuk menghasilkan makanan olahan berkualitas, halal, dan berprotein yang dikemas secara inovatif sehingga sesuai kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Direstui OJK, 3 Emiten Siap IPO di Awal Tahun
Pelanggan produk KIBIF tersebar di semua segmen pasar, di antaranya pasar tradisional, pasar modern, hotel, restoran, katering, industri pengolahan pangan, serta distributor dan retailer pangan di Indonesia. Harga yang ditawarkan sangat kompetitif dan bersaing.
“Kami menjalin kemitraan strategis dengan BNI Syariah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan peternak melalui program pembiayaan sapi potong di Jawa Barat. Kami memfasilitasi akses permodalan para peternak ke Bank BNI Syariah Cabang Astana Anyar Bandung,” katanya.
(Dani Jumadil Akhir)