JAKARTA - Harga minyak mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu 30 Januari 2019. Harga minyak naik karena persediaan minyak mentah AS kurang dari perkiraan analis dan pernyataan pertemuan kebijakan terbaru Federal Reserve AS membebani dolar AS.
Mengutip Xinhua, Kamis (31/1/2019), persediaan minyak mentah komersial AS naik 0,9 juta barel dari minggu sebelumnya, menurut laporan mingguan terbaru oleh Administrasi Informasi Energi AS.
Angka tersebut jauh dari ekspektasi analis akan kenaikan 3,2 juta barel, menurut sebuah jajak pendapat oleh Reuters. Selain itu, impor minyak mentah AS rata-rata 7,1 juta barel per hari (bph) pekan lalu, turun 1.108.000 bph dari minggu sebelumnya.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Sanksi AS terhadap Venezuela
Minyak berjangka naik bersama dengan stok minyak pada hari Rabu, setelah Federal Reserve AS menjanjikan kesabaran dalam pembuatan kebijakan di masa depan tentang penyesuaian suku bunga.
Di antara 11 sektor S&P 500 utama, sektor energi menguat lebih dari 1,5%, memimpin para pemenang.
"Mengingat perkembangan ekonomi dan keuangan global dan tekanan inflasi yang diredam, Komite akan bersabar karena menentukan penyesuaian di masa depan terhadap kisaran target untuk tingkat dana federal yang mungkin sesuai untuk mendukung hasil ini," Komite Pasar Terbuka Federal mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.
Pernyataan itu juga menyeret dolar AS turun 0,5% di sekitar bel penutupan pasar valuta asing. Dolar yang menurun juga membuat berjangka minyak berdenominasi dolar lebih murah.
Minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret naik USD0,92 menjadi mantap pada USD54,23 per barel di New York Mercantile Exchange, sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret naik USD0,33 menjadi ditutup pada USD61,65 per barel di London ICE Futures Exchange.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)