Pendapatan Pelita Samudera Tumbuh 30% Jadi USD63,5 Juta

, Jurnalis
Kamis 07 Februari 2019 11:34 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

JAKARTA – Sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) membukukan kinerja yang cukup apik. Di mana perusahaan membukukan pendapatan sekitar USD63,5 juta, naik 30% dibandingkan tahun 2017 yang sebesar USD49 juta.

Kata Corporate Secretary PT Pelita Samudera Shipping Tbk Imelda Agustina Kiagoes, pencapaian kinerja pendapatan ini adalah terbesar bagi PSSI dalam lima tahun terakhir. "Semua ini berkat kinerja harga batubara thermal global yang solid serta kenaikan konsumsi domestik batubara thermal dan program ekspansi armada perusahaan yang berkelanjutan sejak 2016," ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Kamis (7/2/2019).

Disampaikannya, pendapatan PSSI ditopang oleh lini bisnis kapal tunda dan tongkang (TNB) menyumbangkan sekitar 55% dari pendapatan non audit perusahaan tahun 2018. Kemudian diikuti oleh kontribusi dari fasilitas muatan apung (FLF) sekitar 40% dan Kapal Induk (MV) sekitar 5%.

Baca Juga: Pelita Samudera Beli Kapal General Cargo USD10,5 Juta

Imelda juga menjelaskan dari sisi operasional kapal tunda dan tongkang juga mencatatkan kenaikan yang signifikan dalam volume angkutan batubara dari sekitar 9,8 juta metrik ton di tahun 2017 menjadi sekitar 12,9 juta metrik ton di tahun 2018, yang mencerminkan kenaikan sekitar 32% atau kenaikan sekitar 3,1 juta metrik ton. Sementara dari bisnis fasilitas muatan apung mencatatkan volume sebanyak 20,3 juta metrik ton di tahun 2018, pasca divestasi satu unit FLF Ratu Barito di September 2018. "Jumlah ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan 20,4 juta metrik ton yang ditangani selama tahun 2017," tambahnya.

Sedangkan lini bisnis baru MV yang baru mulai beroperasi dengan satu unit kapal kelas Handysize sejak Maret 2018 telah berhasil menyumbangkan volume sekitar 280.000 metrik ton di tahun 2018. Imelda juga bilang, secara keseluruhan, total volume yang ditangani oleh PSSI di tahun 2018 berhasil melampaui 33 juta metrik ton, dengan pencapaian sebesar 33,5 juta metrik ton dibandingkan dengan sekitar 30,2 juta metrik ton di tahun 2017 atau tumbuh sebesar 11%.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya