Miliarder Mesir Incar Peluang Investasi Tambang hingga Hotel di Korut

Koran SINDO, Jurnalis
Rabu 13 Februari 2019 11:56 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

“Ini satu negara penuh peluang jika mereka membuka diri,” papar Sawiris yang menjadi Executive Chairman Orascom Investment Holding di sela konferensi di Abu Dhabi, dilansir Reuters. Dia menambahkan, “Saya melihat bidang lain seperti pertambangan, pariwisata, pertanian, agroindustri. Namun pertambangan luar biasa, mereka memiliki sangat banyak sumber daya dan mereka tidak memiliki uang untuk eksplorasi.” “Saya sangat senang dengan pertemuan Trump karena saya pikir kita mungkin benar-benar mencapai perdamaian dalam pertemuan itu.

Saya pikir rakyat Korut, semua yang mereka inginkan adalah pengakuan, penghormatan, dialog, dan mereka mendapatkan itu sekarang,” ungkap Sawiris. Dia menjelaskan, penetrasi telepon seluler di Korut sekitar 15% dari populasi atau sekitar tiga juta orang.

Pertumbuhan pasar telepon seluler itu terbatas karena perangkat yang mahal karena warga Korut harus membelinya dengan mata uang asing. Orascom Investment Holdings menyatakan pada September lalu, perusahaan itu telah mendapat pengecualian dari Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) untuk mengoperasikan Koryolink, perusahaan patungan dengan Perusahaan Pos dan Telekomunikasi Korut.

Hal itu setelah Dewan Keamanan PBB memperketat berbagai sanksi yang menyatakan ilegal bagi perusahaan asing membentuk perusahaan patungan komersial dengan lembaga Korut.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya