"Penurunan harga tiket tersebut kami pastikan akan menjadi komitmen berkelanjutan Garuda Indonesia Group dalam memberikan layanan penerbangan yang berkualitas dengan tarif tiket penerbangan yang kompetitif," katanya.
Sementara Frederik Rasali, Vice President Research Artha Sekuritas menilai, penurunan harga saham yang terjadi pada sesi pertama perdagangan kemarin menjadi cerminan respons atas berita penurunan harga tiket 20% untuk rute domestik. Menurutnya, para investor mempertimbangkan proyeksi kinerja keuangan maskapai pelat merah itu.
”Dari revenue karena penurunan harga tiket 20% ada kemungkinan turunassumsingvolume penjualan tidak naik signifikan,” ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)