5. Manfaatkan ulang air hujan
Air hujan sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari, lho. Salah satunya adalah untuk mencuci kendaraan yang terkena lumpur atau lain sebagainya. Selain hemat air, kamu tak perlu keluar uang untuk mendatangi tempat cuci motor dan mobil bukan?
Jadi, selagi bisa, tampung dengan ember untuk kebutuhan tersebut. Caranya, endapkan air hujan selama tiga hingga tujuh hari. Nantinya air bisa langsung digunakan untuk keperluan sehari-hari. Kenapa harus didiamkan terlebih dahulu? Ini dilakukan untuk membuat partikel atau kotoran yang ada pada air hujan dapat terpisah dan mengendap di bagian dasar tong.
6. Hemat penggunaan elektronik
Kalau dipikir-pikir, musim hujan dengan sendirinya memberi kesempatan untuk berhemat. Dengan udara yang lebih sejuk, sebenarnya kamu tidak perlu lagi menggunakan elektronik seperti kipas angin atau AC dalam waktu lama.
Padamkan listrik saat tak digunakan, terutama di siang hari. Kamu bisa menggunakan pengatur waktu atau sensor cahaya untuk memastikan lampu di rumah menyala dan padam tepat waktu.
7. Jaga kesehatan dan kebersihan
Terakhir, jaga kesehatan. Udara yang lembap saat musim hujan, membuat beberapa penyakit musiman sering kali timbul. Namun, jika imun tubuhmu kuat, hal ini tidak akan terjadi. Bagaimana caranya menjaga kesehatan yang benar? Mulai dari yang sederhana seperti tidak begadang, mengonsumsi makanan sehat, ditambah konsumsi suplemen multivitamin. Serta penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih minimal 1,5 liter per hari.
Kebersihan juga tak boleh luput dari perhatianmu. Cuci bersih selalu tangan, karena kuman yang menempel bisa menjadi sumber penyakit. Jaga juga kondisi rumah, jangan sampai lupa untuk sering-sering disapu dan pel.
Antisipasi Pengeluaran Tak Terduga
Kesehatan adalah investasi yang paling berharga. Sebab jika kamu jatuh sakit, aktivitas menjadi sangat terganggu. Saat musim hujan melanda, ada beberapa penyakit musiman yang juga muncul. Dari mulai diare hingga flu, hampir pasti diderita kebanyakan orang. Belum lagi wabah yang lebih membahayakan seperti demam berdarah.
Pastinya kamu tidak akan tahu seberapa berisikonya penyakit-penyakit tersebut ketika menyerang tubuh. Katakanlah sampai harus dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan yang lebih intensif. Tingginya biaya pengobatan membuat kamu tidak cukup hanya menjaga kesehatan. Asuransi kesehatan memegang andil yang penting dalam hal ini.
(Dani Jumadil Akhir)