Provitas Jagung Indonesia Lebih Tinggi Dibanding Thailand, Ini Fakta Dilapangan

Taufik Fajar, Jurnalis
Minggu 17 Februari 2019 13:22 WIB
Foto: Dok. Kementan
Share :

JAKARTA - Kepala Sub Direktorat Jagung dan Serealia Kementerian Pertanian (Kementan), Andi Saleh menilai pernyataan Peneliti center for Indonesia Policy Studies (CPIS) Assyifa Szami Ilham yang menyatakan produktivitas jagung indonesia hanya 2.81 ton per hektare sangat tendensius.

"Apalagi secara jelas ujung-ujugnya menyimpulkan semua ini akibat program upsus pajale yang dinilai tidak efektif. Buat saya itu sangat tendensius dan ada muatan kepentingan lain," kata Andi Saleh di Jakarta, Minggu (17/2/2019).

Dengan pernyataan itu, Andi menyarankan agar Assyifa dan teman-teman CIPS membuka lagi data yang tertera di Food and Agriculture Organization (FAO). Menurut FAO, kata Andi, produktifitas jagung Indonesia sudah 5,2 ton per hektare.

"Coba CPIS lihat data FAO yang secara resmi menyatakan bahwa di tahun 2017 rata-rata produktivitas jagung Indonesia sudah 5,2 ton/ha. Angka itu kongkrit menunjukan bahwa jagung kita jauh lebih unggul di bandingkan Thailand yang hanya sebesar 4,5 ton/ha. Jadi data yang diambil CIPS mengacu pada apa?" tuturnya.

Andi mengharapkan, CPIS sebagai lembaga penelitian bisa lebih jujur dalam menampilkan data dan menyampaikan fakta. Terlebih dalam menerima sponsor dana penelitian. Jangan sampai, lanjut Andi, kucuran dana penelitian ini dibarengi dengan pesanan kesimpulan yang menguntungkan pihak-pihak tertentu atau sponsor.

"Bagi saya, pernyataan CPIS merendahkan dan menyepelekan kemampuan petani kita. Faktanya, BPS sebagai lembaga resmi penyedia dan pencatat data masih menyatakan bahwa produktivitas jagung Indonesia sudah mencapai diatas 5,2 ton per ha," kata dia.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya