"Pasar valuta asing semakin berkembang, tidak hanya hanya bergantung pada perdagangan spot dan swap, tetapi juga Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF)," jelasnya.
Perry menegaskan, Bank Sentral selalu memperhitungkan risiko dari setiap kebijakan yang diputuskannya. Oleh sebab itu, pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
"Kami melakukan koordinasi yang baik, jadi kalau negara lain antara pemerintah dan Bank Sentral tidak rukun, tapi kalau di Indonesia guyub rukun dan bersinergi," kata dia.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)