JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, Indonesia memiliki potensi besar dalam bisnis travel ibadah haji dan umroh, mengingat jumlah penduduk muslim yang tinggi. Sayangnya, masih ada penyelenggara ibadah umrah yang menipu para jamaah.
Darmin menjelaskan, jumlah penduduk Muslim di Indonesia mencapai 87% dari total penduduk, atau 13% penduduk muslim dunia. Tak heran jika dana haji yang terkumpul sampai tahun 2019 ini diperkirakan mencapai Rp119,5 triliun, dan akan terus bertambah hingga tahun 2022 menjadi sekitar Rp147,6 triliun.
Baca Juga: Menko Darmin Minta Agen Travel Umroh dan Haji Jaga Defisit Transaksi Berjalan
Dengan potensi sebesar itu, kata Mantan Gubernur Bank Indonesia ini, pemerintah memiliki strategi untuk mendorong kualitas pelayanan perjalanan ibadah ini semakin baik. Sehingga kasus-kasus Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) seperti First Travel, tidak terulang kembali.
(Foto: Kasus First Travel)
Strategi tersebut salah satunya dengan menyusun nota kesepahaman antar pihak terkait, agar bisa mengawasi dan mencegah penyelenggara haji dan umrah yang ilegal.