Direktur Utama Garuda Ari Akhsara menjelaskan atas kerja sama ini, Garuda tidak perlu melakukan penawaran (bidding) dengan perusahaan penyedia avtur lainnya di luar negeri. Pertamina akan memasok avtur di 14 station luar negeri, antara lain Bangkok, Mumbai, Jepang dan Singapura.
Selain itu, Garuda juga mendapat perpanjangan pembayaran utang sebesar Rp2 triliun yang sudah jatuh tempo sejak Desember 2018. Pertamina memberi waktu perpanjangan atas utang Garuda dan Sriwijaya Group hingga 18 bulan ke depan.
"Jadi jatuh temponya harusnya Desember, tapi kita akan cicil sampai 2019. Untuk Januari 2019 ke depan, kita bayarnya lancar," kata Ari.
Pada saat yang sama juga ditandatangani Nota Kesepahaman Sinergi BUMN antara Pertamina dengan Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II.