Cerita Menteri Jonan soal Perusahaan Migas yang Mulai Kalah Pamor

Giri Hartomo, Jurnalis
Kamis 04 April 2019 14:25 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendorong industri minyak dan gas bumi (migas) untuk berubah mengikuti zaman. Menurutnya industri migas saat ini menjadi salah satu industri yang tumbuhnya melambat.

Industri migas juga sama pertambangan yang pertumbuhannya lambat. Artinya, hal ini tidak bisa dibiarkan, karena industri kita bisa tertinggal.

"Terus terang sektor hulu migas ini sama kayak tambang berubahnya telat. Nanti perubahan telat ketinggalan zaman," ujarnya dalam acara pelantikan di Ruang Sarulla, Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Bukti jika industri migas itu tertinggal, tidak adanya perusahaan migas yang masuk ke dalam 10 perusahaan besar di dunia. Padahal 10 tahun lalu atau 2008, perusahaan migas masih menjadi perusahaan terbesar di dunia.

"10 tahun lalu, 2008, 10 perusahaan besar di dunia itu perusahaan migas. 2018 itu sudah tidak ada, 10 perusahaan terbesar di dunia ini enggak ada. Kecuali kalau Saudi Aramco go public mungkin bisa masuk. Makanya industri migas mulai tertinggal," katanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya