Kemudian ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp103,28 miliar atau turun 62,77% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp63,43 miliar. Adapun aset perseroan tercatat Rp264,56 miliar atau naik 20,5% dibanding akhir tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp219,55 miliar.
Baca Juga: IPO Jaya Trishindo Dibanderol Rp110 per Saham
Sebagai informasi, hingga akhir tahun 2018, emiten yang bergerak di bisnis penyewaan helikopter ini menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 20% menjadi Rp170 miliar hingga Rp 180 miliar.
Sementara, laba bersih ditargetkan bisa tumbuh sekitar 15% di penghujung 2018. Selain itu, perseroan juga telah melakukan ekspansi penambahan armada helikopter baru di tahun lalu. Langkah ini dilakukan seiring dengan membesarnya permintaan transportasi udara.
(Dani Jumadil Akhir)