Jelang Pilpres, Tren Pasar Obligasi Melesu

, Jurnalis
Selasa 09 April 2019 13:49 WIB
Ilustrasi: Foto Shutterstock
Share :

JAKARTA - Jelang hari pencoblosan pemilihan umum dan pemilihan presiden yang tinggal menghitung hari, tren pelaku investor pasar modal mulai bersikap wait and see sambil menunggu hasil pemilu nanti.

Alhasil, kondisi ini pun mempengaruhi laju indeks harga saham gabungan (IHSG) yang bergerak melandai. Tidak hanya itu, beberapa perusahaan swasta juga memilih untuk menunda rencana penerbitan surat utang menjelang pemilu. Hal ini membuat total volume emisi obligasi pada kuartal I/2019 turun dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Analis Indopremier Sekuritas Mino mengatakan, sikap hati-hati investor menyikapi pilpres membuat IHSG masuk teritori negatif hingga akhir perdagangan Senin 8 April 2019.

“Sikap kehati-hatian terjadi pada umumnya di investor lokal, karena asing malah net buy di pasar reguler‎," ujarnya seperti dilansir Harian Neraca, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

 Baca Juga: Penerbitan Surat Utang Diprediksi Rp135,2 Triliun

Hal senada juga pernah disampaikan presiden direktur Bahana TCW Investment Management, Edward Lubis. Dia menilai, para pelaku pasar saat ini masih konservatif sembari menanti hasil Pemilu yang kian dekat dan sebagian manajer investasi kemungkinan masih dalam finalisasi masa penawaran.

”Menurut pendapat saya, pasar dan para pelaku melihat lebih konservatif dan menunggu proses pemilu yang sudah mendekat,” katanya.

Menurut Managing Director Danareksa Sekuritas Boumediene Sihombing, secara umum sepinya penerbitan obligasi pada awal tahun ini memang disebabkan oleh sebagian emiten menunda rencana emisi sampai dengan perhelatan pemilu selesai.

”Selain itu, juga cukup besar obligasi yang akan jatuh tempo pada Mei dan Juni, sehingga potensial untuk menyerap obligasi yang baru,” tuturnya.

Boumediene pun memperkirakan penerbitan obligasi setelah Pemilu nanti bisa naik signifikan dibandingkan dengan tahun lalu. Pasalnya, diharapkan tahun ini muncul stabilitas di pasar setelah diterpa volatilitas pada tahun lalu. “Sebagian emiten yang menunda rencana emisi tahun lalu, mudah-mudahanan masuk pasar pasca Pemilu,” imbuh Boumediene.

 Baca Juga: Obligasi Korporasi Ditaksir Tembus Rp140 Triliun

Dia mengungkapkan, Danareksa Sekuritas telah memiliki pipeline obligasi dengan target penyelesaian di kuartal II/20109 sekitar 6 mandat.

Selanjutnya, Director and Head of Investment Banking PT Indo Premier Sekuritas, Rayendra L. Tobing menyampaikan bahwa tren suku bunga juga mempengaruhi minat emiten untuk menerbitkan obligasi.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya