Proyek Tol Simpang Indralaya-Muara Enim-Lubuk Linggau Dimulai

Okky Wanda lestari, Jurnalis
Rabu 10 April 2019 14:02 WIB
Foto: Setkab
Share :

JAKARTA - Pembangunan jalan Tol Trans Sumatra tak hanya dilakukan pada koridor utama saja dari Bakaheuni-Aceh sepanjang 2.062 kilometer (Km). Pemerintah juga membangun sirip Tol Trans Sumatra yang terdiri dari tiga koridor yakni Medan-Tebing Tinggi-Sibolga, Padang-Pekanbaru-Dumai dan Palembang-Sp. Indralaya-Bengkulu sepanjang total 890 Km.

“Berfungsinya jalan Tol Bakaheuni-Palembang (350 Km) pada Juni 2019 mendatang akan lebih optimal apabila sirip jalan tol-nya yakni Ruas Palembang-Bengkulu (351 Km) juga dibangun,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono pada acara Penandatanganan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) dan Pencanangan Pembangunan kedua ruas tol tersebut, melansir Setkab RI, Rabu, (10/4/2019).

Bulan lalu, jelas Menteri PUPR, sudah dimulai pembangunan Lubuk Linggau-Curup-Bengkulu, hari ini Simpang Indralaya-Muara Enim (119 Km) dan Muara Enim-Lubuk Linggau (114,5 Km).

Acara pencanangan dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Anggota DPR RI Wahyu Senjaya, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, Bupati Muara Enim Ahmad Yani, Direktur Utama PT. Hutama Karya Bintang Perbowo, dan perwakilan Kabupaten/Kota di Sumatra Selatan.

Baca Juga: Tol Banda Aceh-Sigli Seksi 4 Rampung Akhir Tahun Ini

Dalam sambutannya, Menteri Basuki mendorong Pemerintah Daerah yang dilintasi tol untuk mulai pembangunan jalan akses menuju kawasan industri dan wisata. Salah satu contohnya adalah pengembangan kawasan industri di Kabupaten Ngawi dan Nganjuk setelah beroperasinya tol Trans Jawa.

“Perusahaan di Karawang, vendornya tidak perlu pindah ke Karawang tetapi bisa tetap di daerah karena dengan adanya jalan tol, waktu tempuh dan biaya lebih pasti. Pembangunan jalan tol merupakan salah satu proyek strategis nasional untuk membantu Pemerintah Daerah mewujudkan kesejahteraan masyarakat di daerah. Bukan kami (Pemerintah Pusat) yang minta didukung, namun kami yang membantu kerja Pemda,” terang Menteri Basuki.

Baca Juga: Pembangunan Tol Trans Sumatera Berlanjut, Palembang-Bengkulu Segera Tersambung

Kecepatan penyelesaian pembangunan tol juga membutuhkan peran Pemda dalam melakukan pembebasan lahan. Menteri Basuki menyebut Tol Bakaheuni-Lampung dan Aceh-Sigli menjadi contoh kecepatan pembebasan lahan. “Sekarang ganti untung, tentu ada pernak-perniknya sebagai tantangan dalam pembebasan lahan,” jelasnya.

Pemerintah juga serius untuk memperluas manfaat tol bagi masyarakat setempat dengan memberikan porsi lebih besar kepada produk-produk lokal di rest area jalan tol. Sebelumnya Pemerintah telah menyelesaikan ruas tol Palembang-Simpang Indralaya (22 Km) dan telah operasional.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit menyampaikan kedua ruas tol tersebut merupakan bagian dari penugasan Pemerintah kepada PT Hutama Karya untuk membangun 24 ruas tol di Sumatra.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya