JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berkomitmen untuk mencapai integrasi keuangan ASEAN guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperkuat stabilitas keuangan di Kawasan. Salah satunya penggunaan local currency dalam transaksi perdagangan dengan Thailand dan Malaysia serta Filipina.
Selama ini transaksi perdagangan selalu memakai USD atau dolar. Oleh karena itu, diperlukan alternatif dengan menggunakan lokal currency.
Berikut kumpulan fakta yang telah dirangkum okezone perihal RI, Malaysia dan Thailand maksimalkan penggunaan mata uang lokal, Jakarta, Senin (15/4/2019).
1. Adanya Kesepakatan Local Currency Settlement Framework (LCS)
Indonesia telah melakukan kesepakatan local currency settlement framework (LCS) pada transaksi perdagangan dengan Thailand dan Malaysia. Direktur Departemen Internasional BI Wahyu Pratomo mengatakan, kesepakatan local currency bersama dua negara untuk memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan.
Baca Juga: BI: Penjualan Eceran Riil Februari Tumbuh 9,1%