Aliran masuk investasi ke Eropa telah membaik, yang dapat memberikan dorongan bagi euro terhadap greenback. Dolar Australia melonjak karena data China sebelumnya mengembalikan keuntungan. Mata uang ini peka terhadap kekayaan ekonomi China, mitra dagang terbesar Australia.
Dolar Selandia Baru jatuh setelah data menunjukkan bahwa inflasi tahunan melambat pada kuartal pertama, yang meningkatkan kemungkinan penurunan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.
Data lain, menunjukkan bahwa defisit perdagangan AS turun ke level terendah delapan bulan pada Februari karena impor dari China anjlok, untuk sementara memberikan dorongan bagi agenda America First Presiden Donald Trump dan pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama. Demikian dilansir dari Antaranews, Kamis (18/4/2019).
(Kurniasih Miftakhul Jannah)